Sunday, May 24, 2015

Kisi-Kisi Tes Online (Tes Potensi Akademik) SM-3T

Tahap berikutnya yang harus ditempuh setelah melakukan pendaftaran adalah mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapi tes online yang akan dilaksanakan pada masing-masing LPTK.
Tes tersebut kemudian dibagi dalam 3 bidang, yaitu Tes Potensi Akademik, Tes Kemampuan Dasar, dan Tes Bidang Studi.


Apa itu Tes Potensi Akademik?
Tes Potensi Akademik merupakan tes psikologi yang digunakan untuk mengukur kegesitan mental seseorang ketika berurusan dengan obyek kata (verbal), angka (numerik), dan gambar (figural). Tes ini mengungkap apa yang dapat atau telah dicapai oleh seserang secara intelektual. Tes Verbal berfungsi untuk mengukur kegesitan seseroang di bidang kata dan bahasa.
Biasanya Tes Potensi Akademik meliputi:

Tuesday, May 19, 2015

Persyaratan Dimulai dari Restu Orang Tua

Mendaftar menjadi peserta SM-3T bukanlah hal yang sangat sulit. Cukup perhatikan, baca dan pahami apa yang menjadi persyaratannya.
Nah, di bawah ini beberapa persyaratan yang harus kamu pahami.

Thursday, May 14, 2015

Bergabunglah, maka akan kamu temukan

Pernahkah kamu merasa dianggap biasa saja ketika dihadapan siswa? Dihadapan guru-guru lain? Tentu pernah. Entah itu saat kamu sudah berwiyata bakti atau bahkan sebagai mahasiswa yang sedang melaksanakan observasi atau praktek mengajar di sekolah. Pastilah masih teringat bagaimana rasanya saat itu.

Tuesday, May 12, 2015

Rindu Pasti Tersampaikan

Masih banyak daerah-daerah di Indonesia yang seolah-olah masih belum tersentuh tangan hangat pendidikan. Mereka seperti haus akan adanya suatu hal baru, informasi baru, pengetahuan baru. Besarnya antusias untuk lebih baik tidak sebanding dengan informasi pengetahuan yang mereka dapatkan.
SM-3T merupakan salah satu program terobosan yang dibuat oleh pemerintah untuk meratakan pendidikan yang ada di Indonesia. Sarjana-sarjana muda ditantang untuk mengaplikasikan ilmu yang diperolehnya di bangku kuliah. Membaginya dengan saudara-saudara di daerah yang jauh di sana. Saudara yang rindu akan jabat erat pendidikan.

Monday, March 2, 2015

Kehidupan Baru di Asrama Wates UNY

Setelah melewati waktu tunggu yang cukup lama yaitu 6 bulan, kini tiba saatnya memenuhi hak atas tugas dan kewajiban yang telah dilaksanakan selama satu tahun yang lalu. Mengikuti Program Profesi Guru. Bonus yang dapat dinikmati tanpa harus mengeluarkan biaya selain biaya untuk kebutuhan pribadi. Bukankah ini menyenangkan?
Bertempat Jl. Bhayangkara No. 7 Wates, Kulonprogo, dua buah bangunan megah menjulang tinggi. Dua
bangunan tertinggi di daerah tersebut. Bangunan yang dibangun oleh Universitas Negeri Yogyakarta tersebut merupakan sebuah asrama yang diperuntukkan bagi para mahasiswa baru yang diwajibkan untuk mengikuti kehidupan asrama selama satu tahun. Sama halnya dengan para mahasiswa baru yang tinggal di asrama tersebut, kami para alumni SM-3T LPTK UNY pun menempati asrama tersebut sebagai pemenuhan syarat PPG berasrama.
Dalam artikel yang dimuat pada website UNY disebutkan bahwa kehidupan berasrama merupakan sebuah proses pembelajaran kehidupan untuk membentuk karakter diri sebagai seorang guru yang profesional. Tentu bagi peserta SM-3T setelah menjalani 1 tahun pengabdian dengan situasi tidak terduga, kehidupan berasrama dengan jadwal yang ketat dan padat tentu bukanlah suatu hal yang sulit. Program SM-3T telah melatih jiwa kemandirian dan kerjasama.
Dengan pembagian kamar sesuai dengan yang telah ditentukan oleh pengelola, saya pun menempati salah satu kamar yang berada di lantai 4. Bersama dengan 2 orang teman baru, saya menempati kamar tersebut. Dua orang teman baru saya tersebut berasal dari penempatan yang berbeda satu sama lain, begitu juga dengan saya. Teman baru saya yang pertama bernama Rafidah Othman dari Prodi Bahasa Inggris, sebelumnya ia ditempatkan di daerah Ende, Flores, NTT. Teman baru saya yang berikutnya bernama Wanti dari Prodi Pendidikan Ekonomi, sebelumnya ia ditempatkan di daerah Gayo Lues, Aceh. Awalnya ada rasa canggung, apalagi sempat pernah terbesit rasa ingin untuk satu kamar dengan teman yang satu jurusan atau satu prodi. Namun, akhirnya saya sadar bahwa Tuhan punya rencana lain yang pasti lebih indah dari rencana yang telah saya buat. Dan dengan latar belakang yang berbeda, saya dapat bertukar pengalaman bersama dengan dua teman baru saya tersebut.