Showing posts with label SM-3T. Show all posts
Showing posts with label SM-3T. Show all posts

Monday, June 15, 2015

Kabupaten Ngada, Salah Satu Warisan Dunia di Indonesia

Ngada, salah satu kabupaten di provinsi Nusa Tenggara Timur. Dengan jumlah penduduk yang mungkin hanya sekitar sepertiga dari jumlah penduduk yang ada di kabupaten tempatku dilahirkan, Ngada menjadi salah satu daerah miskin di Indonesia. Meskipun demikian Ngada memiliki daya tarik tersendiri. Kebudayaan yang masih terjaga menjadi tujuan wisata para wisatawan macanegara.
Keunikan yang dimiliki oleh kabupaten ini adalah adat budaya yang berbeda-beda. Karena setiap suku memiliki adat sendiri maka akan kita temui adat yang berbeda antara kecamatan yang satu dengan kecamatan yang lain. Inilah yang membuat Ngada memiliki adat budaya yang unik. Namun meski demikian dapat kita temui kerukunan dan toleransi yang tinggi pada masyarakatnya. Perbedaan bahasa, adat budaya pun tidak membuat masing-masing suku tersebut menjadi berselisih paham. Untuk berkomunikasi hampir semua warga menguasai bahasa Indonesia bahkan warga yang telah berusia lanjut. Sehingga tidak menyulitkan ketika ada warga baru dari luar kampung atau bahkan dari luar daerah yang datang ke sana.

Thursday, June 11, 2015

Daerah Tertinggal Tujuan Penempatan SM-3T

Sebanyak 183 kabupaten di Indonesia masih berstatus daerah tertinggal. Ke-183 kabupaten tertinggal tersebut, berada di 27 provinsi di Indonesia. Dan tidak satu pun dari kabupaten tersebut yang berada di Jawa Tengah. Daerah terakhir di Jawa Tengah yang dientaskan dari status tertinggal adalah kabupaten Banjarnegara. Kabupaten Banjarnegara ini, masuk dalam pembinaan selama satu tahun.
Daerah-daerah yang masuk dalam kategori tertinggal, sebagian besar berada di kawasan Indonesia bagian timur. Jumlahnya mencapai 70 persen. Sedang sisanya, sekitar 30 persen berada di kawasan Indonesia bagian barat.
Penetapan kriteria daerah tertinggal memperhitungkan 6 kritertia dasar, yaitu:

Daerah Penempatan SM-3T UNY

SM-3T merupakan kependekan dari sarjana mendidik di daerah terluar, terdepan, dan tertinggal. Sesuai dengan namanya, maka daerah-daerah yang akan dijadikan sebagai tempat mengabdi sudah dapat dipastikan berada di daerah terluar, terdepan, dan tertinggal. Namun, tidak semua daerah pengabdian ini menjadi semengerikan apa yang kamu bayangkan. Bahkan bisa saja setelah tinggal beberapa bulan di sana justru tidak ingin cepat pulang.
Untuk angkatan IV, LPTK UNY menempatkan peserta SM-3T di 6 kabupaten yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Enam kabupaten tersebut adalah

Kegiatan Selama Prakondisi SM-3T di AAU

Kegiatan yang dilaksanakan selama prakondisi di AAU tidaklah semenyeramkan ketika kita hanya membayangkannya saja. Ketika kita sudah mengikuti dan terjun langsung di dalamnya kita akan menemukan ritme dan alurnya. Dari situlah kita akan tahu bahwa kegiatan yang kita ikuti justru lebih cenderung bermanfaat bagi kita.
Selain itu, kegiatan yang dilaksanakan pun menuntut kita untuk mengedepankan sifat kebersamaan. Menumbuhkan jiwa korsa di dalam diri masing-masing peserta. Hal tersebut dapat dilihat mulai dari kegiatan yang dilaksanakan pada pagi hari yaitu, makan pagi.

Wednesday, June 10, 2015

Prakondisi SM-3T di AAU, 12 Hari Tanpa Alat Komunikasi



Disiplin, tegas mungkin memang sudah melekat dengan sangat erat di dalam diri para TNI. Dan hal itu membuat nyali kita turun. Bisakah aku dilatih mereka, hidup seperti mereka selama 12 hari?
Belum hilang rasa cemas dan khawatir itu, terdengar sebuah pengumuman untuk mengumpulkan semua hp. Mereka berkata, selama prakondisi tidak akan ada komunikasi dengan siapapun termasuk keluarga. Mungkin untuk beberapa anak hal ini bukanlah hal yang terlalu berat, tapi sebagian besar mulai bingung. Segera sebelum hp diserahkan kepada pelatih, pesan singkat mulai dikirim ke keluarga dan sanak saudara, teman dekat, dll untuk mengabarkan bahwa selama 12 hari tidak akan ada komunikasi dalam bentuk apapun kepada mereka.

Sunday, June 7, 2015

Prakondisi SM-3T

Prakondisi merupakan suatu kondisi yang dapat dijadikan sebagai landasan bagi peserta SM-3T sehingga dapat memperoleh gambaran tentang daerah penempatan yang akan menjadi tempatnya mengabdi selama 1 tahun.
Pelaksanaan prakondisi pada masing-masing-masing LPTK berbeda satu sama lain. Meskipun demikian tujuan pelaksanaan prakondisi masih sama yaitu untuk menyiapkan mental dan fisik masing-masing peserta SM-3T. Prakondisi yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Yogyakarta dilaksanakan di Pangkalan TNI Angkatan Udara Adisucipto yang beralamatkan di Jalan Laksda Adisucipto, Yogyakarta. Dengan berbekal sekedarnya sesuai dengan instruksi yang diberikan oleh LPTK, masing-masing peserta siap melaksanakan kegiatan prakondisi yang dilaksanakan selama 12 hari.


Tes Wawancara dan Tes Kesehatan SM-3T

Pada tes wawancara dan tes kesehatan ini, peserta hanya cukup membawa persyaratan yang telah diumumkan pada pengumuman yang disampaikan secara online pada akun masing-masing peserta. Selain itu cukuplah membawa diri masing-masing dengan pembawaan yang sopan dan sesuai dengan tata krama yang berlaku. Bawalah diri kalian selayaknya para pendidik yang seharusnya.
Sebelum tes wawancara dilaksanakan, biasanya setiap peserta yang telah dinyatakan lulus tes online akan dicek persyaratan mengikuti tes wawancaranya. Persyaratan tersebut meliputi:

Thursday, June 4, 2015

Interview Test for SM3T

After you get announcement about your first test, you can follow the next test. The next test is interview. At this interview pertain to a person’s attitudes, feelings and beliefs about education.
To answer questions at interview, you must:
1.      Prepare to be asked question about your work if you are accepted. Other questions related to this might be about your attitude towards your current job, job performance, ability to work with others, skill sets, etc.
2.      Provide an honest answer that implies a strong work ethic. Choose characteristics of your attitude, feelings and beliefs about work to give an answer that is true to you, and that presents your work philosophy in the best light.

Friday, May 29, 2015

Kisi-Kisi Tes Online (Tes Kemampuan Dasar) SM-3T

Tes Kemampuan Dasar adalah tes yang diselenggarakan untuk mengukur kemampuan dasar yang diperlukan untuk menunjang keberhasilan seseorang jika yang bersangkutan diterima sebagai peserta SM-3T. tes Kemampuan Dasar dimaksudkan untuk menggali pengetahuan, ketrampilam, dan sikap/perilaku peserta ujian yang meliputi wawasan nasional, nasional, regional, dan internasional maupun kemampuan verbal, kemampuan kuantitatif, kemampuan penalaran, kemampuan beradaptasi, pengendalian diri, semangat berprestasi, integritas, dan inisiatif.
Tes Kemampuan Dasar meliputi:

Sunday, May 24, 2015

Kisi-Kisi Tes Online (Tes Potensi Akademik) SM-3T

Tahap berikutnya yang harus ditempuh setelah melakukan pendaftaran adalah mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapi tes online yang akan dilaksanakan pada masing-masing LPTK.
Tes tersebut kemudian dibagi dalam 3 bidang, yaitu Tes Potensi Akademik, Tes Kemampuan Dasar, dan Tes Bidang Studi.


Apa itu Tes Potensi Akademik?
Tes Potensi Akademik merupakan tes psikologi yang digunakan untuk mengukur kegesitan mental seseorang ketika berurusan dengan obyek kata (verbal), angka (numerik), dan gambar (figural). Tes ini mengungkap apa yang dapat atau telah dicapai oleh seserang secara intelektual. Tes Verbal berfungsi untuk mengukur kegesitan seseroang di bidang kata dan bahasa.
Biasanya Tes Potensi Akademik meliputi:

Tuesday, May 19, 2015

Persyaratan Dimulai dari Restu Orang Tua

Mendaftar menjadi peserta SM-3T bukanlah hal yang sangat sulit. Cukup perhatikan, baca dan pahami apa yang menjadi persyaratannya.
Nah, di bawah ini beberapa persyaratan yang harus kamu pahami.

Thursday, May 14, 2015

Bergabunglah, maka akan kamu temukan

Pernahkah kamu merasa dianggap biasa saja ketika dihadapan siswa? Dihadapan guru-guru lain? Tentu pernah. Entah itu saat kamu sudah berwiyata bakti atau bahkan sebagai mahasiswa yang sedang melaksanakan observasi atau praktek mengajar di sekolah. Pastilah masih teringat bagaimana rasanya saat itu.

Tuesday, May 12, 2015

Rindu Pasti Tersampaikan

Masih banyak daerah-daerah di Indonesia yang seolah-olah masih belum tersentuh tangan hangat pendidikan. Mereka seperti haus akan adanya suatu hal baru, informasi baru, pengetahuan baru. Besarnya antusias untuk lebih baik tidak sebanding dengan informasi pengetahuan yang mereka dapatkan.
SM-3T merupakan salah satu program terobosan yang dibuat oleh pemerintah untuk meratakan pendidikan yang ada di Indonesia. Sarjana-sarjana muda ditantang untuk mengaplikasikan ilmu yang diperolehnya di bangku kuliah. Membaginya dengan saudara-saudara di daerah yang jauh di sana. Saudara yang rindu akan jabat erat pendidikan.

Sunday, September 29, 2013

Bajawa, Kampung Halaman Kedua

Kota Bajawa, ibukota kabupaten yang menjadi satu-satunya tujuan ketika kami mendapatkan hari libur. Seolah kota ini merupakan kampung halaman kami para peserta SM-3T kabupaten Ngada untuk mudik.
Pun sama dengan hari ini, selain dikarenakan adanya rapat koordinasi yang telah dilaksanakan kemarin, kami juga berniat membeli beberapa barang kebutuhan yang tidak dapat kami temukan di desa tempat kami mengabdi. Satu-satunya kios yang ada di sana hanya menjual bahan makanan pokok dengan beberapa jenis jajanan. Alhasil, kami pun menunggu kesempatan untuk dapat ke kota. Dan kesempatan itu akhirnya datang...
Dengan berbekal keyakinan dan kepercayaan terhadap Alloh SWT dan tentu saja supir otto bemo yang beroperasi di kota maka sampailah kami di pasar inpres Bajawa dengan selamat. Yang ternyata eh ternyata letaknya tak jauh dari kodim. Hmm, biar sudah yang penting sekarang kami berdua sudah mengetahui letaknya. Hhe...
Pasar inpres Bajawa tidak berbeda jauh dengan pasar-pasar yang pernah kami jumpai sebelumnya. Segala jenis barang ada di sini. Dan tentu tak ketinggalan dari ciri khas sebuah adalah adanya tawar menawar barang. Harga yang ditawarkan di pasar inpres sungguh mencengangkan. Berkali-kali lipat dari harga umum yang ada di Jawa. Hampir semua barang yang dijual minimal berharga 5 ribu rupiah atau kelipatannya. Jarang sekali atau hampir tak ada barang dengan harga di bawah 5 ribu. Jikalah ada maka pembayaran harus menggunakan uang pas.
Desakan kebutuhan satu bulan hingga jadwal berkunjung ke kota berikutnya membuat kami harus merogoh kocek yang tidak sedikit. Namun untuk mengawali kehidupan baru di tempat baru tentu saja ini adalah hal yang lumrah. Dan jangan kaget ketika melihat barang bawaan kami setelah keluar dari pasar. Masing-masing kami membawa tas ransel SM-3T berukuran sekitar 40lt dengan tangan penuh membawa ember ukuran sedang yang sudah kami isi dengan beberapa barang. Itu pun masih ditambah dengan perlengkapan ATK yg telah dibungkus tersendiri. Alhasil terlihatlah kami seperti orang yang hendak mengungsi. Tapi jangan tanyakan dimana foto kami dengan sebegitu banyaknya barang. Sebab, tangan dan tenaga kami sudah tak cukup lagi untuk sekedar berfoto.
Banyaknya barang bawaan yang kami sempat membuat kami kelimpungan. Bagaimana tidak, di kota yang belum kami kenal dengan baik ini, kami tidak tahu dimana menemukan otto. Sampai akhirnya kami menemukan otto satu-satunya yang dapat mengantarkan kami kembali ke penempatan.

Saturday, September 28, 2013

Keluarga, Saudara, Segalanya

Sehati telah mengantarkan kami ke rumah yang ditinggali oleh Mas Rahmat dengan selamat tepat sampai di halaman depan rumah. Si pemilik rumah pun menyambut kami dengan senyum ramah dan khas orang timur. Beliau bernama Bapak Mikel Dou. Tumbuhnya yang tambun serta caranya berbicara menandakan bahwa ia berpengetahuan luas dan tentu saja ramah. Dan tanpa menunggu lama kami pun disuguhi minum dan dipersilahkan untuk beristirahat sebelum menuju ke tempat pelaksanaan rapat koordinasi.
Awalnya rapat koordinasi memang akan dilaksanakan di sini, di Langa.

Friday, September 27, 2013

Perjalanan Menuju Kota Pertama

Hari ini aku bangun lebih pagi dari biasanya, bahkan beberapa jam lebih pagi dari hari lainnya. Begitu juga dengan mba Intan. Bukan bagaimana juga sebenarnya, hal ini dikarenakan otto kayu yang akan mengantarkan kami ke kota berangkat sekitar jam 4 pagi atau setengah 5 pagi. Karena itulah sebelum jam itu aku sudah harus bersiap agar tidak ketinggalan sehati, otto kayu satu-satunya di kampung. Semua barang yang akan dibawa pun sudah kami siapkan sejak malam sebelumnya.
Tidak sabar memang menanti salah satu transportasi khas yang satu ini. Sembari menunggu kami berdua duduk di bibir tembok penyokong yang ada di dekat lapangan di depan sekolah. Hari masih gelap saat itu, laut di depan kami pun nampak begitu tenang seolah mereka masih asyik beristirahat di peraduannya. Hmm, sedikit timbul rasa cemburu sebenarnya. Bagaimana tidak, ketika alam masih beristirahat dengan tenangnya, kami berdua sudah sibuk menanti otto kayu di tepi jalan demi dapat pergi ke kota. Tak berapa lama akhirnya terdengar bunyi klakson otto dari kejauhan. Itu artinya penantian kami berdua tak akan berlangsung lebih lama lagi karena cepat atau lambat otto yang kami tunggu pasti akan segera datang.

Thursday, September 26, 2013

Perbedaan Latar Belakang Adat dan Budaya

Rapat penyusunan RAPBS di sekolah kemarin merupakan rapat pertama yang aku ikuti sejak kehadiranku di SDK Ngedusuba. Selain waktu pelaksanaan yang molor hingga mencapai 5 jam dari waktu yang telah dijadwalkan, ada beberapa hal lain yang juga menyita perhatianku saat itu. Salah satunya adalah waktu makan siang yang ikut molor juga. Entah mendapat kekuatan darimana orang-orang yang hadir dalam rapat tersebut hingga mampu menahan rasa lapar begitu lama. Bagiku menahan lapar selama itu berarti sama saja dengan menyiksa badanku sendiri. Sebab dapat dipastikan aku tidak akan bertahan lama sampai akhirnya asam lambungku mulai beraksi dengan sesuka hati mereka. Untunglah waktu sholat menyelamatkan kami berdua dari rapat yang sedang berlangsung itu.

Wednesday, September 25, 2013

Rapat Guru dan Wali Murid Pertama

Kegiatan di sekolah tidak berjalan seperti biasanya. Meskipun ini bukan hari sabtu atau minggu, namun kegiatan pembelajaran ditiadakan. Alasannya karena akan berlangsungnya rapat penyusunan RAPBS sekolah. Rapat yang akan dihadiri oleh pengawas sekolah ini sungguh membuat seluruh warga sekolah menjadi terlalu sibuk, pun termasuk dengan para siswa. Meski mereka tidak ada kegiatan pembelajaran di kelas pada hari itu, mereka tetap datang ke sekolah. Sebagian dari mereka membawa kayu bakar, ada pula yang membawa dengan sayur atau sekedar segenggam cabai.
Sulitnya mendapatkan sayuran dan akses untuk menuju pasar yang cukup jauh tidak selamanya memberikan dampak negatif bagi masyarakat. Kenyataannya, meski berat tapi cukup untuk mempererat rasa kekeluargaan antar warga yang satu dengan yang lain. Tak ada yang tak kenal satu sama lain antar warga yang satu dengan yang lain. Mungkin inilah yang menjadikanku kerasan dan tak merasa bahwa aku adalah seorang pendatang di suatu daerah nan jauh di sana. Aku merasa seakan telah tinggal lama di sana dan menjadi salah satu dari mereka.
Dalam undangan yang dibuat, rapat dilaksanakan pada pukul 08.00 WIT. Karena itu persiapan pun dimulai sejak pukul 07.00 WIT. Semua sibuk dengan tugas masing-masing. Beberapa siswa pun turut membantu di dapur. Namun, tak ada satu pun dari mereka mengeluhkan apa yang sedang mereka kerjakan. Ketulusan mereka begitu alami. Aku semakin menyukai mereka semua. Mereka pun tidak mengeluhkan ketidaktepatan waktu pelaksanaan rapat. Rapat yang semula dijadwalkan pukul 08.00 WIT ternyata baru dapat dilaksanakan tepat pukul 11.00 WIT. Tapi tak ada keluhan yang kudengar keluar dari mulut mereka. Entah pelajaran hidup apa yang telah mereka terima hingga semua ini terbentuk dalam pribadi mereka, mungkin hanya itu yang aku pikirkan saat itu.
Acara rapat penyusunan RAPBS ini pun menjadi salah satu peristiwa penting dalam kehidupan kami di daerah penempatan, khususnya untuk mbak Intan. Dia merasakan pengalaman pertamanya menyembelih ayam dengan tangannya sendiri. Ayam yang disembelih pun tidak hanya satu ekor, melainkan 11 ekor. Sebuah rekor besar untuk kami yang biasanya terima bersih ketika membeli ayam di Jawa. Saat itu aku masih belum memiliki keberanian untuk melakukannya, aku hanya memegangi si ayam agar tidak melakukan pemberontakan. Bukan hal besar memang, tapi cukup untuk membuatmu mengeluarkan tenaga yang cukup besar. Ya, semuanya memang butuh proses tidak ada sesuatu yang baik yang dilakukan secara instan. Setidaknya begitulah yang terjadi di sini. Berproses merupakan hal yang memang sudah seharusnya dilakukan. Karena dengan berproses kita akan tahu apa arti dari sabar dan menghargai yang sesungguhnya.

Monday, September 23, 2013

Origami untuk Paud St. Elisabeth Ngedusuba

Satu minggu telah berlalu di daerah nan juah dari kampung halaman. Berada di sekolah dengan mayoritas beragama katolik tidak membatasi ruang gerakku. Dalam waktu yang singkat itu pun aku sudah dekat dengan hampir semua guru dan karyawan di sana.
Hari ini seorang guru paud yang berkantor sama dengan kami para guru SD mendatangiku. Ia berkata bahwa ia melihat ada sebuah origami berbentuk burung dalam laci meja kerjaku kemarin sebelum pulang. Tidak heran jika ia melihat beberapa origami di laci mejaku di kantor, beberapa hari lalu aku iseng membuatnya karena bosan. Siapa yang menyangka jika hasil keisenganku untuk mengusir rasa bosan menarik perhatian salah satu guru paud. Ia mengatakan bahwa ia pun pernah melihat origami yang sama di sekolah paud lainnya. Tentu saja karena origami ini sudah umum dan hampir setiap guru di paud mampu untuk membuatnya. Hampir berarti baru sebagian besar, dan masih ada sebagian kecil yang bahkan hanya tahu tanpa bisa membuatnya. Dan sebagian kecil itu ada di sini, di paud yang letaknya satu komplek dengan sd tempatku mengabdi.

Sunday, September 22, 2013

Jauh Bagi Kami, Dekat Bagi Mereka

Minggu pagi pertamaku di tanah rantau begitu damai. Tak ada tuntutan harus cepat-cepat mandi pagi karena harus ke sekolah, dan segala rutinitasku di pagi hari di hari-hari sebelumnya. Meski belum juga genap 1 minggu aku tinggal di sana, tapi rasanya sudah lama saja aku berada di sana. Mungkin inilah yang orang sebut bahwa kita sudah mulai kerasan di tanah rantau.